20 November 2018

Objek Wisata Tuk Mudal Cempaka yang Sejuk dan Keren

View Article

Satu lagi objek wisata di Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Namanya Tuk Mudal. Dalam beberapa bulan terakhir, wisata ini menjadi ramai jadi perbincangan di media sosial karena tempatnya yang adem dan keren.

Saat berkunjung ke sana, kami juga merasakan hawa yang sejuk. Khas udara pegunungan. Gemercik air yang mengalir di saluran irigasi sekitar tuk menambah kesan bahwa tempat ini masih asri.

Apalagi, airnya sangat bening dan dingin. Sejumlah anak-anak pun asyik mandi dan berenang.

Di kawasan ini, pengunjung bisa naik perahu getek hingga mencoba bermain di atas kolam dengan balon air.

Tidak perlu bayar retribusi untuk masuk ke kawasan ini. Anda hanya cukup keluarkan kocek kurang dari Rp 10 ribu untuk biaya sewa perahu dan balon air. Tempat ini sangat cocok untuk berlibur bersama keluarga dan teman-teman.

Tuk Mudal sebenarnya sudah sejak lama ada. Namun, saat itu pemanfaatannya hanya sebagai sumber mata air untuk mengaliri sawah di desa setempat. Selain itu, digunakan untuk urusan mandi dan mencuci baju warga sekitar.

Konservasi Mata Air 


Kepala Desa Cempaka, Abdul Khayi, menuturkan awalnya Pemerintah Desa hanya mencoba untuk melakukan konservasi mata air. Agar lahan pertanian di sekitar desa tidak kesulitan air. Sebagaimana diketahui, ada 7 sumber mata air di satu kawasan tersebut yang mengairi 160 hektare sawah.

“Kami khawatir kalau mata air ini mati mau jadi apa. Akhirnya bersama pemuda setempat kami melakukan pemeliharaan dan penaludan supaya lumpur dari luar tidak pada masuk,” katanya.

Setelah dibenahi, ternyata banyak orang yang datang berduyun-duyun untuk berswafoto. Melihat potensi ini, Pemdes bersama warga setempat terus mempercantik kawasan ini. Apalagi, sejak Cempaka ditetapkan sebagai Desa Wisata oleh Pemkab Tegal, jumlah pengunjung terus meningkat.


“Kami memanfaatkan Dana Desa untuk membentuk kawasan ini menjadi tempat wisata yang menarik,” ujar Kades yang menjabat sejak 2013 ini.

Hasilnya, jumlah pengunjung semakin hari semakin bertambah. Dalam satu hari, kata Khayi, jumlahnya mencapai ratusan. “Kalau akhir pekan bisa sampai ribuan.”

Untuk menambah daya tarik pengunjung, para pemuda setempat menggelar agenda wisata di sekitar Tuk Mudal. Seperti Pasar Slumpring yang digelar tiap Minggu dari pukul 07.00-12.00 WIB.

Selain itu, ada juga objek wisata lain seperti Bukit Bulak Cempaka (BBC), yang menawarkan pemandangan alam Kabupaten Tegal.  “Kami melihat potensi yang ada di Cempaka ini. Harus dimaksimalkan,” katanya. 

 

Baca berita lainnya di Warta Nasional 

 

 

19 November 2018

Dana Desa di Brebes Naik Jadi Rp 440 Miliar pada 2019

View Article

Jumlah dana desa di Brebes pada 2019 mendatang mencapai Rp 440 miliar. Jumlah itu meningkat Rp 97 miliar dari dana desa 2018 yang mencapai Rp 343 miliar.

“Akan ada Rp 440 milyar untuk 292 desa di Brebes yang akan digunakan untuk membangun desa sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati Brebes Idza Priyanti saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majlis Tarbiyatusshibyan Karangsembung, Songgom, Kabupaten Brebes beberapa waktu lalu.

Atas kenaikan jumlah dana desa itu, Idza meminta kepala desa beserta perangkatnya agar transparan dalam mengelola dana tersebut. Salah satunya adalah dengan pemasangan papan informasi mengenai pembangunan desa.

“Langkah ini bisa memberikan transparansi pengelolaan dana desa, sehingga bisa diketahui oleh warga,” kata Idza.

Menurut dia, banyak informasi yang bisa dipajang pada papan tersebut. Di antaranya terkait jenis proyek, besaran dan sumber dana yang digunakan, lokasi, waktu pelaksanaan, serta keterangan penting lainnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menuturkan, papan informasi publik penting sebagai sarana informasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan proyek pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan.


“Setiap saya berkunjung ke beberapa daerah di Jateng, saya mendorong kepada kepala desa agar transparan dalam mengelola dana desa. Salah satunya dengan papanisasi,” ujar Taj Yasin.

Tak hanya melulu tentang dana desa, papan informasi bisa digunakan sebagai sarana komunikasi antara pemerintah desa dengan masyarakat. Misalnya tetang biografi desa, serta beragam kegiatan dan bantuan – bantuan kepada masyarakat miskin.

“Ini perlu dilakukan supaya masyarakat tahu siapa yang mendapatkan bantuan, sudah tepat atau belum, serta apakah datanya sesuai dengan kondisi nyata. Sedangkan jika data tidak sesuai peruntukan maka masyarakat silakan laporkan yang bersangkutan,” papar Yasin. 

 

Baca berita lainnya di Warta Nasional 

 

 

30 Oktober 2018

Umi: Manfaatkan Medsos Untuk Pelayanan Publik

View Article

Slawi – Peran media sosial pada pemerintahan telah menjadi salah satu trend di elektronik government atau yang sering disebut dengan e-goverment. Eksistensi dari sosial media di sektor pemerintahan menjadi salah satu jembatan yang dapat menghubungkan pemerintahan dan masyarakat secara umum.

Hal itu ucapkan Plt. Bupati Tegal, Umi Azizah pada acara Coffee Morning Bareng Bupati, di Pendopo Amangkurat, Jumat (26/10/18).

Acara yang diringi dengan musik santai ini, dihadiri oleh seluruh Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Tegal. Plt. Bupati Tegal meminta seluruh stakeholder dari Kepala OPD maupun Camat untuk akrab dengan medsos.

“Dari medos kita dapat melihat kondisi disekitar kita. Mau tidak mau kita sebagai ASN harus akrab dengan medsos. Buat akun di beberapa medsos, seperti facebook , twitter maupun instagram” ujar Umi.

Umi menceritakan, terkait aplikasi android Lapor Bupati Tegal yang belum ada sebulan dirilis, sudah diunduh oleh ribuan orang. Artinya, terdapat respon yang baik dari masyarakat Kabupaten Tegal. Ini adalah bentuk kepercayaan antara pemerintah dengan masyarakat yang erat kaitannya dengan karakter dari komunikasi sebuah media.

“Keterbukaan informasi disediakan pemerintah adalah bagian dari transparansi dalam menjalankan program-program pemerintah,” paparnya.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Tegal ini, kehadiran medsos telah menambah sarana penyebaran informasi, opini publik, dinamika percakapan dan diskusi. Bahkan telah mengubah perilaku dan gaya hidup masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang telah terjangkau infrastruktur komunikasi dan informatika.

Penggunaan dan pemanfaatan medsos merupakan salah satu cara dalam mempromosikan serta menyebarluaskan program dan kebijakan pemerintah. Tak hanya itu medsos juga sarana berinteraksi dan menyerap aspirasi masyarakat sehingga mencapai saling pengertian untuk kepentingan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

artikel original

25 Oktober 2018

Kejar Target Pembangunan Jamban Keluarga, Bupati Tegal Tekankan Peran Camat

View Article

Slawi - Camat memegang peranan penting dalam mendorong penuntasan target pembangunan jamban keluarga. Pernyataan ini disampaikan Plt. Bupati Tegal Umi Azizah saat membuka acara Evaluasi Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) di Hotel Grand Dian hari Senin (22/10) siang tadi.


Lewat sambutannya Umi menyampaikan bahwa unit jamban keluarga yang sudah terbangun mencapai 3.632 unit. "Target kita tahun ini 10.702 jamban keluarga, artinya masih ada 7.070 atau sekitar 66 persen unit lagi yang harus dikejar penuntasannya", katanya.

Melihat kondisi lapangan yang ada, Umi meminta para camat dan pihak Puskesmas utamanya di wilayah Slawi, Talang, Adiwerna dan Dukuhwaru agar segera mempercepat upaya penuntasannya.

"Semuanya harus bekerja lebih cepat, karena PDPM bukan ini saja menyangkut profesionalisme kita mengelola kegiatan, tapi ada harapan masyarakat yang dititipkan ke kita untuk penuhi. Ada keinginan dari warga untuk segera memiliki jamban keluarga" imbuhnya.

Umi menambahkan, salah satu kecamatan yang progresnya baik adalah Kecamatan Pagerbarang, dimana dari target 646 penerima manfaatnya sudah terealisasi 476. "Artinya sudah mencapai 73,68%," jelas Umi.


Umi berharap, ada kerja kolaboratif dan terstruktur untuk meningkatkan dan memperbaiki implementasi PDPM pro rakyat ini. "Ketika kebijakan PDPM ini sudah digulirkan, maka saya pun harus tahu apakah implementasi dari kebijakan ini sudah berjalan sesuai tujuannya ataukah belum. Jika belum maka harus segera kita perbaiki dan benahi", katanya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tegal Amir Makhmud juga menyampaikan pesan kepada camat agar mendorong desa-desa yang belum mencairkan Dana Desa (DD)-nya agar segera mengurus pencairannya karena waktunya sudah mendesak. "Dari 281 desa di Kabupaten Tegal, yang belum mencairkan DD tahap 3 masih sekitar 64 desa dan targetnya di bulan Oktober harus sudah terselesaikan semua," katanya.

Artikel Original

Selesaikan Masalah Queen, Wali Kota Adakan Rakor

View Article

Terkait penyelesaian masalah Karaoke Queen yang tetap beroperasi meskipun tidak memiliki ijin, Wali Kota Tegal, Drs. H.M. Nursholeh M.MPd adakan Rapat Koordinasi.

Rakor dengan Asisten I Setda Kota Tegal, Drs Imam Badarudin, Kasatpoll PP, Joko Sukur Baharudin, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Bajari, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Cucuk Dariyanto, Bagian Hukum, Seno Anggoro di Ruang kerja Wali Kota, Selasa (23/10/2018.

Wali Kota dalam kesempatan memimpin langsung rakor tersebut meminta supaya dalam penertiban karaoke yang tidak mempunyai ijin supaya diselesaikan secara tim.

Rakor ini sekaligus menepis anggapan yang beredar selama ini bahwa dalam setiap penyelesaian masalah terkesan saling lempar tanggung jawab.

“Saya ingin dari Rapat Kordinasi (Rakor) ini, OPD terkait tidak terkesan saling lempar wewenang lagi untuk menyelesaikan masalah Karoeke Queen, Jadi tidak berdiri sendiri” kata Wali Kota.

“Maka dari itu, tolong untuk OPD yang saya panggil untuk bergerak bersama. Khususnya untuk DPMPTSP, mohon segeranya didatangi karoekenya untuk memberi surat teguran. Kita harus berani, jangan takut apabila kita tidak memiliki kepentingan,” tandas Wali Kota.

Sementara itu disampaikan oleh Bajari mengaku bahwa usaha karaoke itu memang belum mengantongi dan mengurus izin ke pihaknya, Maka dari itu, dia menuturkan dalam waktu dekat akan mendatangi Karaoke Queen yang berada di Komplek Nirmala Square, Jalan Yos Sudarso, Kota Tegal, untuk melayangkan surat teguran dan peringatan penutupan izin usaha.

“Ya kita akan rapatkan dahulu dengan tim teknis. Pokoknya dalam waktu dekat, kami akan datangi tempat karaoke itu,” kata Bajari.

Artikel Original

19 Oktober 2018

Hibah Untuk Mempermudah Pengelolaan dan Kesejahteraan Rakyat

View Article

Dalam rangka tertib administrasi sesuai peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2014 dan menindaklanjuti persetujuan hibah yang telah di terbitkan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, acara penandatanganan naskah dan berita acara serah terima hibah barang milik Negara dari Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kepada Pemerintah Daerah, Yayasan dan Perguruan Tinggi dilaksanakan hari Kamis (18/10/2018) di ruang Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jalan Pattimura No 20 Kebayoran Baru-Jakarta selatan.

Dalam sambutannya sekretaris jendral Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Prof. Dr. Anita Firmanti mengatakan upaya untuk mempercepat proses hibah atau alih status ini adalah merupakan proses yang sangat sangat penting karena dengan adanya barang ini daerah akan mudah mengelolanya.

“Proses ini sangat penting karena barang milik Negara ada di bapak ibu (penerima Hibah) maka bapak ibu secara resmi dapat mengelola barangnya langsung melalui anggaran yang ada di APBD atau anggaran yang lain dan sudah sah menjadi bapak atau ibu,” ucap Anita.

Wali Kota Tegal, Drs. H.M. Nursholeh M.MPd, usai menandatangani berita acara serah terima hibah barang yang di peroleh melalui pengadaan Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan menggunakan DIPA TA 2012 yang berlokasi di Kota Tegal dengan total nilai perolehan Rp. 1.619.366.000 mengatakan bahwa Hibah barang Milik Negara ini dimaksudkan sebagai tindak lanjut atas surat persetujuan Kementerian Keuangan No S-56/MK.6/WKN.09/2018 tanggal 19 September 2018 dan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Tujuan hibah barang Milik Negara ini adalah untuk dipergunakan oleh Pemerintah Kota Tegal dalam mempermudah pengelolaan dan meningkatkan pemanfaatan sarana dan prasarana umum untuk kesejahteraan masyarakat,” ucap Wali Kota.

Ilham ketua penyelenggara acara menyampaikan untuk hibah cipta karya kali ini diberikan kepada 224 penerima hibah 2 lembaga, 3 propinsi, 45 pemerintah kota, 174 pemerintah kabupaten dengan total nilai lebih dari 1,8 triliun .

“Barang milik Negara seluruhnya bersumber dari dana APBN yang bersumber dari DIPA Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian PUPR mulai dari anggaran tahun 2005 sampai 2017,” ucapnya.

Artikel Original

08 Mei 2017

Pelaksanaan UNBK Tingkat SMP/MTs di Kota Tegal Berjalan Lancar

View Article
Foto : Humas Pemkot Tegal
Tegal - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP/MTs di Kota Tegal berjalan lancar. Hal tersebut diungkapkan Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno saat melakukan tinjauan pelaksanaan UNBK di SMPN 7 Kota Tegal. Senin (8/5) pagi.

“Hingga hari terakhir UNBK berjalan lancar, para guru juga sudah melakukan pendampingan secara maksimal”,ucap walikota.

“Hanya saja ada satu siswa SMPN 13 yang terpaksa harus mengikuti ujian nasional di rumahnya lantaran menjadi korban kecelakaan”, tambahnya.

Namun hal tersebut sudah ditanggulangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal dengan segera melakukan langkah proaktif membantu mengupayakan agar anak tersebut tetap melaksanakan Ujian Nasianal dirumah korban dengan pengawasan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal.

“Materi ujian langsung diantar ke rumahnya setiap hari, sekaligus menghadirkan pengawas ujian disana”, terang walikota.

Foto : Humas Pemkot Tegal
Terkait tidak semua SMP di Kota Tegal dapat melaksanakan UNBK secara mandiri, walikota mengatakan semua itu tergantung kemampuan keuangan keuangan daerah. Untuk saat ini fokus Pemerintah Kota Tegal untuk sekolah negeri, Jika sekolah swasta ingin melaksanakan UNBK mereka harus mengupayakannya sendiri melalui yayasannya.

“Namun jika ada permintaan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hal itu tetap akan diperhatikan sesuai dengan aturan yang berlaku”,ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal Drs. Johardi, MM usai mendampingi walikota menyatakan umumnya semua sekolah sudah melaksanakan dengan baik, terkait ada satu siswa dari SMPN 13 yang tidak bisa mengikuti ujian disekolah hal itu karena kecelakaan dan memang tidak bisa bergerak.

Foto : Humas Pemkot Tegal
“Kalau memang tidak memungkinkan menggunakan komputer, maka akan dilaksanakan secara manual”,ucapnya Johardi.

"Pelaksanakan UNBK memang ada sisi poisitif dan negatifnya. Positifnya siswa tidak bisa bekerjasama satu dengan lainnya. Sementara segi negatifnya, ada pada server yang terkadang mengalami gangguan, seperti yang baru saja terjadi namun sudah dapat diatasi dengan cepat” tutupnya.

Johardi berharap kelulusan siswa tahun ini bisa mencapai 100 persen seperti yang diharapkan Walikota Tegal.

Rakor Penyusunan Profil Desa Kelurahan Tingkat Kota Tegal Tahun 2017

View Article

Tegal - Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tegal menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penyusunan Profil Desa/Kelurahan Tingkat Kota Tegal Tahun 2017, Senin (08/05) di Ruang Rapat Lantai II Setda Kota Tegal.

Acara dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Komunikasi Informatika Kota Tegal Dra. Hendiati Bintang Takarini, M.M didampingi Kabid Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik Moh. Nasukhi, SH serta Kasi Pengelolaan informasi dan Statistik Rachmat Harsono, SH.

"Profil desa/kelurahan mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangunan nasional khususnya pembangunan desa/kelurahan, karena profil merupakan sumber data dan informasi tentang desa/kelurahan yang sangat akurat dimana disusun oleh pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat dan fokus pembangunan itu sendiri", demikian sambutan Bintang Takarini.

Perencanaan pembangunan tidak akan berarti tanpa adanya data dan informasi yang berasal dari profil desa/keluarahan.

Profil desa/keluarahan itu sendiri disusun berdasarkan data dan informasi yang akurat, realistis, logis, dan up to date yang disusun dari paling bawah sampai dengan tingkat nasional.

Apalagi dengan kemajuan teknologi informasi, dimana profil desa/kelurahan dapat diakses melalui website Prodeskel akan lebih memudahkan masyarakat luas untuk mengetahui tentang apa yang ada di setiap desa/kelurahan.

Bintang Takarini juga menyampaikan agar entri data profil desa/kelurahan bisa dijadikan informasi kondisi nyata dan menyeluruh untuk kebutuhan masyarakat seperti infomarsai tentang kependudukan, kelembagaan dan pemerintah desa/kelurahan meliputi data potensi desa/kelurahan dan tingkat perkembangan desa/kelurahan.

Sementara itu Kabid Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik Moh. Nasukhi, SH menekankan penyusunan data profil desa/kelurahan  sangat penting karena visi yang hendak dicapai oleh profil desa/kelurahan adalah menjadi penyelengara pusat data desa atau kelurahan di Indonesia yang terintegrasi dan berkelanjutan sehingga diharapkan menjadi media komunikasi antara pusat dan daerah serta menjadi alat pemantau potensi tingkat perkembangan desa/kelurahan.